lama tak bersua kawan lama, rindu juga, berkumpul kita duduk berdampingan saling cerita apa yang telah kita perbuat. Tak lupa semua membahas soal CINTA. Ternyata papatah habis sepah manis dibuang itu benar, tetapi masih ada lanjutannya, kalo sepahnya masih terasa manis ya ga apa-apa dipertahankan.
hahahahahahahahaha
Ketawa semua yang ada disana mendengar gurauan tersebut, tak terasa adzan mengalun merdu dari Masjid deket Alun-Alun. Seusai sholat berlanjutlah cerita, semua menceritakan pengalaman cintanya masing-masing tak terkecuali aku yang dengan semangat menceritakan dia. Bener-bener ini menjadi sore yang indah bagiku dan temen-temenku. Sayang waktu terasa cepat sampai-sampai adzan isya' kembali bergema, saatnya kami semua pulang kerumah masing-masing dengan harapan lain waktu bisa bertemu lagi. oh bener-bener Sabtu sore di Alun-alun Jepara
hahahahahahahaha
Itulah tawa pertamaku ketika aku mampu menundukkan seseorang, aku berhasil mengalahkannya. Tawa ini seakan-akan menjadi bukti kepada semua orang aku telah berhasil menaklukannya. Hari demi hari berganti tak terasa aku kini berada di kamar kesayanganku di Jepara, ya saat ini aku berada di Jepara, munkin untuk waktu yang cukup lama. Melepas penat yang menyelimuti, membuang sial yang yang selalu menghadang, dan melepas rindu dengan kampung halaman. Jepara aku cinta kamu, cinta akan indahmu, cinta akan suasanamu, cinta akan kehangatanmu. Aku selalu bahagia bila menginjakkan kakiku di Jepara. Liburan ini aku janji pada diriku, aku akan menutup lembaran hitam yang kemarin aku buka, jujur walau hati ini berat untuk menerimanya. Liburan temanilah diriku untuk menyongsong lembaran baru
memang ini terjadi, ya akhirnya terjadi juga peristiwa yang sebelumnya telah aku perkirakan ini, sungguh semula aku sudah siap untuk menghadapinya, tetapi apa mau dikata hati ini berontak, belum siap menerima ini semua. Aku hanya bisa berharap liburan kali ini semua bisa aku lupakan. tak perduli sesulit apapun itu, tetapi aku harus bisa melupakannya
Kalau boleh jujur seh, aku pengen banget ketawa, tapi kalau ditanya lebih dalam lagi, bisa langsung diam seribu bahasa, dan parahnya lagi aku bisa menangis. Hahaha, masalah cinta memang tiada akan pernah ada habisnya. Memang saat ini aku terlihat begitu bahagia, begitu gembira, dan begitu senang. Tapi sejujurnya itu hanya diluar saja, didalamnya aku sedikit keropos, berkarat dan sedikit rapuh. Ingat, hanya sedikit dan dari sedikit itulah yang menjdikan aku sekarang ini agak goyang. Terombang-ambing tak ada kompas yang menuntun langkahku, tak ada sekumpulan camar yang biasanya menjadi panutan hatiku dan parahnya tak ada semilir angin pun yang berhembus di satu arah mata angin. Gila, dan bener-bener GILA. Di satu sisi aku senang tetapi disisi lain aku seperti menapat sebuah tamparan yang keras sekali, hingga kulitku berubah menjadi merah. Masih terasa sakitnya, walaupun tiap saat aku kompres dengan canda dan tawa. Tapi tiada juga hasilnya, malah sedikit menambah luka di hati. Halah luka apa lagi seh, hehehehe becanda kok. Mau luka kek atau tidak bukan urusan yang penting, semua pasti akan aku lewati. Tunggu-tunggu, emang ada apa tho? ga ada apa-apa seh, cuma ada sesuatu yang masih mengganjal di hatiku. Soal apa? ya ada deh. Dah dulu ya, met menikmati cerita cinta.