Teman, itulah kata yang berarti kesetiaan
Teman, adalah sesuatu untuk bersama
Teman, tak hanya dikala suka saja
Teman, membantu melakukan sesutu
Berbagi .....
Mengabdi .....
Mengasihi ......
Menemani .......
Temanku berkata kepadaku
Jangan lakukan itu !
Tetapi apa dayaku
Aku melakukan itu
Temanku menertawakanku
hahaha ngapain kamu ....
Tetapi aku,
Tetap menangis tersedu
Temanku menghajarku
Hentikan .... !
Aku diam saja
membatu
Temanku, ijinkan aku mengataimu
ASU ...... !
.................
.................
Aku Selalu Untukmu !
Tak terasa kembali lagi
meniti kenangan yang pernah dilalui
di dinginnya udara
tempat kita bersua
Memori yang hadir
memulai yang tak berakhir
menerjang akal sehat
walau sebenarnya tak kuat
Pernah ketika dahulu
terjerat sembilu
mengukir janji
memikat hati
Merapi kini
tetap membumi
jangan pernah ingkari
apa yang telah dimulai
Kaliurang, 13 Juli 2019
lama tak jumpa bukan berarti lupa
lama tak bertemu bukan berarti rindu
setiap saat berjumpa bukan berarti ..........
setiap saat bertemu bukan berarti ..........
Iya .....
itulah
kisah
kau
dan
aku
Ya ... ini hati
segumpal darah yang mempunyai arti
bisa merasakan apa yang dirasa
bisa memahami apa yang terjadi
Ya ... ini hati
bukan kamar ganti
yang setiap saat bisa dimasuki
dengan membawa ganti
yang biasanya lebih dari sekali
Ya ... ini hati
bukan persegi
yang teratur disetiap sisi
dan selalu siap menghadapi segala kondisi
Ini hati ....
Semuanya terasa sama
Entah aku tak tau
Mengapa seperti ini
Aku masih yang dulu
Ragu akan sikap
Angkuh atas pendirian
Namun apa dayaku
Geranganku yang seperti ini
Hanya ingin berubah
Atas apa yang aku alami
Rasa yang aku punya
Intuisi yang aku miliki
Inilah aku
Narasi sederhana
Indera manusia
Setelah dihantam oleh ombak yang bertubi - tubi
Diterpa angin topan yang meliuk - liuk
Digoyang gempa yang nyaris memporak porandakan
Masih Sehatkah kamu?
Masih Kuatkah kamu?
Udara pagi yang terasa aneh
Aneh karena mengandung unsur panas
Panas yang entah dari mana dia datang
Datang mengetuk emosi
Emosi seperti menjadi saksi
Saksi akan sepinya hati
Hati seakan mati
Di tumpukan bata ini kita berlindung dari kerasnya dunia
Di luasnya lantai alas ini kita menapaki jalan hidup bersama
Di bawah hamparan genting ini kita berteduh untuk menata masa depan
Di panasnya mentari ini kita belajar mencari jati diri
Di dinginnya malam ini kita menyatu menjadi satu
Di sini ya di rumah ini kita jadikan cinta kita abadi ...
Berada tak jauh disana
Memandang dengan penuh luka
Tak tau entah kenapa
Dia ...
Bulan Ramadhan,
bulan bulan yang mulia
bulan yang penuh berkah
mari kita berlomba lomba
untuk mencari berkah didalamnya
semoga bisa menjadikan kita lebih taqwa lagi
untuk kedepannya
amin....