Angga Andiatma
Udara pagi yang terasa aneh
Aneh karena mengandung unsur panas
Panas yang entah dari mana dia datang
Datang mengetuk emosi
Emosi seperti menjadi saksi
Saksi akan sepinya hati
Hati seakan mati

Label: 0 komentar | edit post
Angga Andiatma
Sudah berakhir sudah
Penantian yang tlah ku tunggu
Kau tlah hadir disaat diriku
Merasa sendiri lagi

Oh cinta mengapa kau tak mudah
Mengapa kau berliku
Akui saja kau sulit untuk mengatakan

Cinta aku tak mungkin bisa
Aku tak berdaya tanpa kamu di sisiku
Hati terkunci untukmu

Jangan ragukan jangan
Besar cintaku kepadamu
Kau tlah hadir disaat diriku
Merasa sendiri lagi



Cinta memang sulit, tak semudah yang dibayangkan .....
(Kevin and the red rose)
Angga Andiatma
TEMBALANG,

"Mbak Yani ......." teriak Helen
"Ya, mbak Helen" sahutku sambil membukakan pintu kamar
"Oh, saya kira masih tidur mbak ..."
"Aku biasa bangun pagi kok mbak Helen, biasanya jam 4 dah bangun lanjut subuhan, berhubung lagi ada tamu ya aku diem aja di kamar"
"Mbak, aku mau blanja di deket patung kuda mau ikut ndak?"
"Patung Kuda? mau mau"
........
Dengan motor matic mbak Helen aku melaju di boncengannya.
"Mbak, Om Herman kerjanya apa ya? kok pagi-pagi tadi dah pergi?'' tanyaku
"Pak, Herman itu pengusaha Mbak, dia balik ke bawah dulu, dia ke atas paling seminggu sekali, ngecek keadaan rumah"
"Sudah punya keluarga?"
"Pak Herman tidak menikah kok mbak"
"Lah emang kenapa?"
"Ya mbak Yani tanya sendiri aja, saya ga berani tanya soalnya"
"Lha kalo Mbak Helen? dah punya keluarga?"
"Bentar lagi mbak, minggu depan saya menikah"
"Wah selamat ya .... "
"Makasih"
"Calone orang mana mbak?"
"Orang ambarawa, tapi kerja di Pati"
"Lha terus nantinya mbak helen tinggal di mana?"
"Lusa aku kan pindah mbak dari sini"
"Lah terus yang di rumah sapa mbak?"
"Mbak Yani belum dikasih tau to? kan rumah ini buat mbak Yani"
"Maksudnya ..."
"Ya nanti kan mbak tau sendiri"
...........
BERSAMBUNG