Angga Andiatma
Sengaja dibuat judul mengambang, karena titik-titik itu hanya bisa diisi oleh orang-orang yang merasakannya. Dan asyiknya tiap orang pasti punya jalan ceritanya sendiri-sendiri dalam menjalani kehidupan ini.
Oke kita mulai satu per satu,
Pertama orang yang berkata hidup ini indah. Harap diingat ya, tidak semua orang yang mempunyai pendapat seperti ini adalah orang yang hidup dengan kesenangan, berfoya-foya atau sebagainya. Ya memang ga sedikit juga yang seperti itu. Tetapi disini lebih ke bagaimana orang tersebut mengarungi kehidupannya agar bisa menjadi indah. Mereka cenderung bisa menikmati kehidupan ini sesuai dengan keinginannya, mereka bisa enjoy di setiap aktivitas yang dilakukannya. Yah semoga kita semua bisa menjadi golongan orang seperti ini.
Kemudian yang kedua, adalah orang dengan logo hidup ini susah, mereka tidak salah kalau punya persepsi seperti itu. Cobaan yang datang silih berganti menerpa bisa saja menjadikan orang berpikir seperti itu.
Tapi apapun itu, hidup bisa terasa indah kok kalau kita mencoba untuk selalu menjalaninya dengan niat ikhlas dan tulus. Masalah memang tidak bisa begitu saja hilang atau lenyap menghampiri kita, mari mulai sekarang kita tanamkan dalam diri kita masalah itu tidak ada yang ada adalah tantangan bagi kita.
Karena tantangan pasti sebisa mungkin akan kita lewati, tetapi masalah akan terasa lebih berat bila kita mendengarnya.
Angga Andiatma
Waduh jangan kaget dahulu membaca judulnya, gempa lokal tersebut terjadi di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara. Ya, tentu saja tidak lain dan tidak bukan adalah riuh gemuruh para suporter. Baik suporter Persijap sendiri maupun suporter tim tamu.
Semula suasana tidak begitu meriah, namum memasuki babak kedua, dimana para suporter tamu merangsek masuk stadion, yang menyebabkan dukungan bagi tim tamu pun bertambah. Seakan tak mau kalah suporter Persijap juga lebih bersemangat lagi mendukung tim kebanggan kota ukir ini. Apalagi setelah tim tuan rumah berhasil mencetak gol, luar biasa sorak sorai dan gemuruh para suporter meledak dalam kegembiraan.
oh gempa lokal di Jepara
Angga Andiatma

Riuh bergemuruh

Teriakan, pujian, sanjungan

Bersalaman, berpelukan

Semua melebur menjadi satu

Tumpah ruah meluapkan kegembiraan

Angga Andiatma
Sesaat aku terbangun, reflek pandanganku tertuju kearah jam dinding kamarku, oh masih jam 2 pagi.
Aku melangkahkan kakiku keluar dari kamarku yang sangat panas ini, meraba-raba dinding mencari saklar untuk menyalakan lampu ruang tengah.
Kubuka lemari es dan kuambil sebotol air putih, tanpa ampun kuteguk sampai botol itu habis, maklum cuaca saat itu memang panas sekali.
Kulangkahkan kakiku lagi menuju kamar, kumatikan saklar, lalu ......
Aku rebahkan tubuh ini di kasur dan kupejamkan mata ini lagi
............